Kendal, 22 Oktober 2023 di Alun-Alun Kendal pagi tadi nampak dipadati oleh para santri dari berbagai pondok maupun ormas. Ada yang beda dalam proses pelaksanaannya, meski dijadwalkan pagi yaitu jam 06.30 WIB, upacara tetap berjalan tepat waktu sesuai target. Peserta upacara dari para santri pun juga sudah terlihat rapi baris sesuai dengan pembagian titik masing-masing. “Ini menunjukkan bahwa para santri menunjukkan tanggung jawabnya dari sisi kedisiplinan, mereka mampu menepis anggapan yang mana para santri cenderung santai, sering terlambat, tidak rapi dan image nyleneh lainnya. Hadirnya tepat waktu para santri di upacara pagi tadi dengan baju putih atau khas santri, bersarung khas santri dan bersepatu sudah menjawab tantangan kekinian milenial sekaligus tanggung jawab kedisiplinan.” Ujar Usman Latif Pembina Paskanusa SMK NU 01 Kendal.
Usman Latief yang juga aktif sebagai Pengurus PAC Pergunu menambahkan untuk petugas upacara juga sudah siap lebih awal sejak sebelum datangnya para peserta upacara, petugas upacara dari berbagai madrasah / sekolah dan pondok pesantren. Paskanusa atau Pasukan Pengibar Bendera SMK NU 01 Kendal adalah diantara petugas tersebut. “Tim Paskanusa kami juga bergabung dengan petugas dari sekolah / madrasah maupun pesantren lain. Latihan yang dilakukan berhari-hari sudah menjadi konsumsi bahkan hiburan bagi anak-anak Paskanusa. Bagi anak-anak bentuk dari khidmat untuk NU sebagai santri maupun Nusanda (sebutan SMK NU 01 Kendal) sebagai siswa dibuktikan dengan Melaksanakan tugas semaksimal mungkin. Adapun hasil akhir itu wewenang Allah SWT.” Tuturnya.

Dalam amanahnya Dico Ganinduto Bupati Kendal mengucapkan terima kasih kepada ulama yang telah menjaga Kota Kendal sehingga tetap dikenal sebagai Kota Santri. “Kepada santriwan santriwati, melihat kalian saya seperti melihat penjaga masa depan kemakmuran Kota Kendal. Impian saya ini muncul karena saya yakin, dengan seluruh upaya keras alim ulama insya Allah kalian memiliki akhlaq yang mulia, memiliki kecerdasan yang seimbang baik spiritual, emosional dan logika dan banyak sisi positif yang kalian miliki berkat tempaan dari para Kyai pondok sehingga saya yakin kalian bisa membuktikan sebagai SDM terbaik di Kabupaten Kendal. Kalian adalah harapan masa depan bangsa, semoga bisa menjadi pemimpin bukan hanya di tingkat daerah tapi juga nasional bahkan internasional seperti yang ditunjukkan para santri sebelum kalian. Saya ucapkan Selamat Hari Santri, semoga harapan kita bahwa samtri ke depan harus makin lebih baik dan maju. Dengan dominasi usia muda, kalian memiliki peluang lebih Panjang untuk menyajikan harapan cita-cita mulia para leluhur kita kelak di Kabupaten Kendal ini.” Terangnya.
Usai upacara, Drs. KH. Muh. Mustamsikin, M.Si Ketua PCNU Kab. Kendal mengapresiasi antusias para pesantren yang terus berbondong-bondong mengajukan diri menjadi peserta Karnaval Hari Santri. “Sampai tadi pagi, meski sudah ditutup saya masih mendapat laporan dari panitia kalau ada beberapa pesantren yang tetap mengajukan diri menjadi peserta karnaval. Sampai saat ini tidak hanya pesantren dari Nahdliyin saja yang ikut andil, dari saudara kita Muhammadiyah juga semangat mendaftarkan diri dari peserta, bahkan dari ormas lain, dari ma’ghad lain juga ikut masuk dalam peserta karnaval.” Terangnya.
Siswa-Siswi SMK NU 01 Kendal melalui perwakilan Pengurus Osis juga menunjukkan semangatnya sebagai santri Mbah Hasyim. Meski sempat menunggu dalam antrian yang sangat Panjang hingga siang hari, anak-anak dari pengurus Osis terlihat menikmati proses tersebut. “Kata mereka, kalau prosesnya biasa saja, ya kurang seru pak diceritakan. Tapi kalo prosesnya berat pasti akan menjadi kesan penuh makna. Apalagi jika dibandingkan dengan perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI belumlah sedikitpun pantas dibandingkan. Saya harap para santri inilah dapat meneruskan khidmat para kyai, meneruskan perjuangan kami untuk menegakkan syariat Islam Ahlussunah Wal Jamaah An-Nahdliyah dan menjadi garda terdepan dalam mebentengi NKRI.” Imbuh Afit Nur Cholisin Salah Satu Pembina Osis yang mendampingi karnaval tersebut.
Hadirnya berbagai ormas yang mengkhidmatkan upacara dan memeriahkan karnaval, menunjukkan kebhinekaan Aqidah yang diajarkan oleh poro kyai kita. Meski dari sisi historis, Sejarah hari santri tidak lepas dari kesepakatan Ulama NU dengan pemerintah yang mengambil moment Resolusi Jihad yang difatwakan Haddrotus Syaikh KH. Hasyim Asyari dalam menghadapi Agresi Militer Belanda yang memboncengi pasukan sekutu.
Penulis : Nur Fadhul Ma’arif
