Gus Ali Gondrong Berpesan Kepada Ribuan Jamaahnya di SMK NU 01 Kendal untuk Mondokkan dan Sekolahkan putra-putrinya di NU

Rabu, 18 Oktober 2023 MWC NU Kec. Kendal gelar pengajian umum bertemakan MWC NU Kec. Kendal Bersholawat di lapangan SMK NU 01 Kendal. Pengajian tersebut dihadiri dari berbagai ulama, kyai, banom. Lembaga, sekolah, madrasah dan ribuan jamaah dari Gus Ali Gondrong yang familiar dengan sebutan Mafia Sholawat.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Kendal H. Mokh. Anshori dalam sambutannya mengucapkan terima kasih banyak kepada panitia penyelenggara terutama kepada pihak SMK NU 01 Kendal yang bersedia menjadi tuan rumah dan memberikan support penuh untuk kelancaran pengajian tersebut. “Pengajian ini kami gelar dalam rangka memperingati Hari Santri. Dengan memahami amrwah hari santri, saya berharap seluruh banom dan Lembaga aktif bersinergi untuk memikirkan dan melakukan pergerakan masif dalam berkhidmat untuk NU. Sederhana sebenarnya, awali dengan membuat program kemudian laksanakan dan lakukan evaluasi. Jika ada program darurat yang disisipkan anggap itu sebagai bonus yang belum tentu ada di moment lainnya. Jangan sampai Lembaga atau banom yang besar terutama dengan keadaan ekonominya menjadi lalai tugasnya untuk berkhidmat kepada orang tuanya dalam hal ini MWC NU Kec. Kendal. Kami sebagai orang tua dari banom maupun lembaga hanya bisa mengarahkan, meridhoi dan mendoakan, sedangkan kalian sebagai Lembaga dan banom adalah pelaksana program MWC dengan tupoksi masing-masing. Saya yakin, jika semua Lembaga dan banom dapat saling menguatkan, maka kita tidak hanya kuat dalam hal kuantitas massa namun juga kuantitas kemandirian ekonomi, pendidikan, kesehatan dan aspek lainnya.” Harapnya.

Sementara itu KH. Muhammad Ali Shodiqin atau yang akrab dengan sapaan Gus Ali Gondrong dalam Mauidhoh Hasanahnya berpesan kepada ribuan jamaahnya untuk mondokkan dan sekolahkan putra-putrinya melalui Lembaga dibawah naungan NU seperti TPQ dibawah Fuspaq, Madin dibawah RMI dan Sekolaha tau Madrasah Formal dibawah LP Ma’arif. “Dengan diniati ngalap barokah dari Mbak Yai Hasyim Asy’ari, percaya saja insya Allah anak-anak jenengan dapat barokahnya. Sehingga nantinya ada banyak jalan sukses lewat keberkahan itu. Banyak sekali anak-anak kita yang akhirnya sukses hanya bermula dari keta’diman luar biasa kepada kyainya, kepada gurunya, kepada ustadznya sehingga mereka insya Allah dapat hikmah ilmu dari Gusti Allah. Nah hikmah ilmu itu belum tentu semua orang bisa mendapatkannya. Ketaatan kepada gurunya atau kyainya, kebersihan hatinya, hubungan yang baik dan santun kepada siapapun dan rutin amal sholih dapat menghantarkan seseorang mendapat berkahnya ilmu. Seperti yang saya alami ini, saya tidak tau kalua saya bisa membangun pondok hingga seluas sekarang ini, saya tidak pernah menghitung detail atau berharap banyak. Namun berkah dari diniati ngelmu bareng poro guru saya, para santri itulah diantara yang membuat pondok saya terus mendapat berkahnya. Sampai saat ini memang pondok saya dikenal sebagai pondok yang menampung anak-anak punk atau gampangnya anak-anak jalanan. Lha kalo bukan kita yang menampung, terus siapa lagi? Jangan sampai malah yang menampung dari kelompok yang merasa lurus, merasa alim dalam berislam, apalagi sampai ditampung oleh Lembaga non muslim.” Imbunya.

Usai acara, Achit Abdul Rochman Kepala SMK NU 01 Kendal mengucapkan terima kasih kepada MWC NU Kec. Kendal karena masih terus dipercaya membantu suksenya acara MWC. “Kami siap berkhidmat kepada NU dan kami berharap juga kedepannya NU di bawah MWC NU kec. Kendal semakin professional dalam berorganisasi sehingga semuanya dapat saling bekerjasama untuk saling menguatkan. Sebagai contoh Ketika menjelang moment PPDB tahun depan maka LP Ma’arif tentunya sudah siap dengan program masifnya agar sekolah-sekolah dibawah Ma’arif mendapatkan peserta didik dengan kuantitas yang ideal. Kemudian Lembaga lain misal dari lazisnu dapat memberikan support missal dengan program pendidikannya, dari LPNU dapat meringankan kebutuhan ekonomi dari calon wali murid, RMI dan Fuspaq dapat menguatkan dari ilmu belajar pesantrennya dan masih banyak program lainnya.

Penulis : Nur Fadhul Ma’arif