Lembaga Kajian Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU merayakan hari jadinya yang ke-39 dalam acara yang dikemas dengan buka bersama yang bertempat dikediaman sekertaris Lakpesdam Hj Lutfiyah Jambearum Patebon Minggu (07/04/24). Sebuah lembaga yang dimiliki oleh Nahdlatul Ulama dengan struktur mulai dari tingkat PB, PW, PCNU, hingga MWC, fokus utama lembaga ini adalah mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Nahdlatul Ulama, terutama melalui kegiatan perkaderan berjenjang seperti PD PKP NU, PMK NU, dan Akademi Nasional Nahdlatul Ulama.
Ketua Lakpesdam NU Kendal Ahmad Supari mengatakan melalui peringatan Harlah ke-39 ini, Lakpesdam PCNU mengajak semua pihak untuk mendukung dan ikut serta dalam program kajian ini, guna memperkuat pemahaman ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah, terutama di kalangan anak muda.
“Lakpesdam juga bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas kader, serta memberikan layanan narasumber untuk kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga lain di tingkat MWC” katanya.
Selain itu, Lakpesdam tingkat nasional telah melakukan berbagai kegiatan, termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia, membangun jejaring, dan memberikan kesempatan beasiswa studi lanjut dari tingkat S1 hingga S3 baik di dalam negeri maupun luar negeri. “Di tingkat lokal, seperti PCNU Kendal, telah dilakukan kegiatan rutin berupa kajian-kajian dengan beberapa narasumber melalui podcast, yang sebelumnya telah bekerja sama dengan SMK NU 01 Kendal. Untuk tahun ini, rencananya kegiatan podcast akan diaktifkan kembali dengan kolaborasi antara Lakpesdam PCNU Kendal dan Nusanda atau SMK NU 01 Kendal. Podcast-podcast tersebut dapat diakses melalui channel YouTube SMK NU 01 Kendal atau channel YouTube Kalam Institut Lakpesdam PCNU Kendal.” Ucapnya.
Lakpesdam memiliki kesamaan visi dengan SMK NU 01 Kendal dalam menargetkan kaum milenial sebagai sasaran utama dalam pengembangan dakwah Islam yang rahmah, khususnya di kalangan generasi muda seperti milenial dan generasi Z. “Melalui kerjasama dengan Nusanda, tujuan utamanya adalah untuk menguatkan pemahaman Islam ala Ahlus Sunnah wal Jama’ah di kalangan generasi muda. Harapannya adalah agar pemahaman ini semakin diterima dan dipahami oleh generasi muda, sehingga Islam yang berkembang di Indonesia menjadi Islam yang damai, ramah, dan rahmatan lil alamin.” Lanjutnya.
Generasi muda, terutama yang belum memiliki pemahaman agama yang mendalam, membutuhkan pendampingan dan bimbingan dalam menghadapi problematika sehari-hari. Dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, podcast akan menjadi sarana dakwah yang efektif untuk mengisi waktu luang dan memberikan pendampingan dalam mengatasi masalah kehidupan. Harapannya adalah agar podcast ini diterima oleh generasi muda dengan mengangkat tema-tema yang relevan dengan kebutuhan mereka sehari-hari. “Tujuannya adalah memberikan solusi bagi berbagai masalah yang dihadapi oleh generasi muda, baik yang bekerja di industri, hidup di pedesaan, maupun dalam berbagai kondisi lainnya. Dengan demikian, diharapkan podcast ini dapat memberikan kontribusi dalam membantu generasi muda menjalani kehidupan berislam dengan berbagai situasi yang mereka hadapi.” Tutupnya.
