Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kendal 2 menggelar Gerakan Aksi Bergizi sebagai bagian dari program kesehatan yang dilaksanakan serentak di beberapa sekolah di Kabupaten Kendal. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan Nahdhatul Ulama (SMK NU) 01 Kendal pada Rabu, (03/09/2024), dan akan berlanjut hingga 12 September 2024. Program ini bertujuan agar para remaja mendapatkan informasi dan edukasi yang komprehensif mengenai kesehatan.

Suharjono, Koordinator Puskesmas Kendal 2, menjelaskan pentingnya program ini bagi para remaja, terutama para siswa perempuan. “Kami memberikan informasi dan edukasi tentang kesehatan, termasuk pentingnya sarapan pagi dan konsumsi makanan bergizi. Hal ini sangat penting bagi siswa perempuan agar terhindar dari anemia, bahkan stunting, yang dapat berdampak negatif ketika mereka menghadapi masa persalinan di masa depan,” ujarnya.
Selain edukasi, kegiatan ini juga meliputi pemeriksaan kesehatan bagi para siswa, mencakup pemeriksaan gigi, telinga, mata, dan kuku. Jika ditemukan masalah, siswa akan disarankan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di puskesmas. “Contohnya, jika ada siswa yang giginya kotor, kami menyarankan mereka untuk rajin menyikat gigi. Namun, jika kondisinya parah, kami akan merujuk mereka ke puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Suharjono.
Pemeriksaan lainnya yang dilakukan termasuk tes buta warna, guna memastikan kondisi penglihatan siswa dalam keadaan baik. Program Gerakan Aksi Bergizi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, serta memotivasi mereka untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Suharjono juga menekankan pentingnya menjaga kadar gula darah dalam batas yang aman. “Kami juga tadi menjelaskan tentang bahaya gula darah yang tinggi. Meskipun ahli gizi merekomendasikan konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok per hari, kenyataannya banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa dalam satu hari bisa mengonsumsi hingga sepuluh sendok gula. Ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan berbagai penyakit serius, termasuk risiko harus menjalani cuci darah di kemudian hari,” tambahnya.
Pemeriksaan lainnya yang dilakukan termasuk tes buta warna, guna memastikan kondisi penglihatan siswa dalam keadaan baik. Program Gerakan Aksi Bergizi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, serta memotivasi mereka untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Anom.
