Sekolah Menengah Kejuruan Nahdhatul Ulama (SMK NU) 01 Kendal kembali memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dengan menggelar Penyamaan Persepsi untuk Program Bantuan Teaching Factory (TEFA) Skema Pengimbasan. Acara digelar di Aula Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Jumat (23/08/2024).
Perwakilan Direktorat SMK, Fajri Muhammad Bukhari menjelaskan tujuan program Teaching Factory (TEFA), yakni untuk memfasilitasi siswa dalam memulai usaha (start-up) secara mandiri atau berkelompok sesuai dengan kompetensi keahlian mereka.
“Selain itu, program ini juga berfokus pada transfer pengetahuan dan teknologi dari mitra dunia kerja, guna meningkatkan kualitas guru kejuruan sehingga sesuai dengan standar dunia usaha, industri, dan dunia kerja,” kata Fajri.
“Melalui TEFA Skema Pengimbasan, diharapkan SMK dapat menghasilkan produk berkualitas yang memenuhi standar P-IRT, BPOM, SNI, dan halal,” lanjutnya.
Sementara, Kepala SMK NU 01 Kendal, Achit Abdul Rochman dalam sambutannya menekankan pentingnya program TEFA dalam menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di sekolah dengan praktik di dunia industri. Karena TEFA dirancang untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri, sehingga lulusan SMK memiliki keterampilan yang relevan dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Dengan adanya penyamaan persepsi ini, kami berharap seluruh pihak dapat berkolaborasi lebih efektif, sehingga tujuan program TEFA dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Achit berharap peserta yang hadir memiliki pandangan yang sama mengenai tujuan dan mekanisme pelaksanaan TEFA, sehingga implementasi program ini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa SMK di seluruh wilayah Kendal.
Melalui program TEFA tersebut, SMK NU 01 Kendal tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan daya saing tenaga kerja lokal.
Kegiatan dihadiri kepala sekolah, guru SMK NU Kabupaten Kendal dan perwakilan dunia industri. Hadir pula pendamping Direktorat SMK Sholeh, Kepala Cabang Dinas Wilayah XIII Sukamto, Pengawas Cabang Dinas Wilayah XIII Nurhayatno, serta Ketua Yayasan BP3MNU Sunari Sofyan.
Kegiatan juga diisi dengan diskusi panel menghadirkan narasumber dari dunia industri dan praktisi pendidikan vokasi. Mereka berbagi pengalaman dan memberikan masukan terkait tantangan dan peluang dalam pelaksanaan TEFA. Peserta juga diberi kesempatan berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar pelaksanaan program tersebut di sekolah masing-masing.
