Bertempat di SMK NU 01 Kendal, santri-santri Pondok Pesantren Majma’ul Hidayah untuk pertama kalinya mengikuti Haflah Akhirussanah pada Ahad 25 Februari 2024 / 15 Sya’ban 1445 H bertepatan dengan malamnya yaitu Malam Nisfu Sya’ban. “Diikuti kurang lebih 30 santri angkatan pertama, masing-masing dari mereka tampil dengan keahlian masing-masing. Beberapa santri bersekolah di SMK NU 01 Kendal, SMA NU 01 Al-Hidayah, MTS NU 03 Al-Hidayah dan SMP NU 02 Al-Hidayah yang merupakan satu Yayasan dengan Pondok Pesantren Majma’ul Hidayah yaitu Yayasan Al-Hidayah. Selain dari santri Yayasan Al-Hidayah ada juga dari sekolah luar yang mondok di ponpes tersebut.” Terang Mokh Izudin Pengurus Ponpes Majma’ul Hidayah.
Kyai Ahmad Zaini Dahlan Pengasuh Ponpes Majma’ul Hidayah menyebutkan santri-santri tampil dengan pembagian tugas, meski beberapa santri menguasai beberapa dasar ilmu. “Ada yang bertugas sebagai pengisi acara seperti MC, qori’, memimpin tahlil, sambutan panitia dan ada juga yang tampil membacakan hafalan surat, membaca kitab kuning seperti Safinatun Najah, Mabadiul Fiqiyah, Wasiyatul Mustofa, Jurumiyah, Nahwu Sorof dan masih banyak lainnya. Masing-masing membawakan dengan khusu’ tawadhu’ didepan hadirin yang juga dihadiri wali santri. Kepercayaan diri dan kemampuan santri dalam tampil di depan dan menguasai ilmu pondok yang mereka pelajari selama ini tidak lepas dari keta’dziman mereka dalam belajar. Adab, perilaku, sopan santun menjadi gerbong utama bagi santri agar ilmunya jadi _mberkahi_ sehingga manfaatnya bisa dirasakan tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi orang-orang disekitarnya.” Tuturnya.
Senada dengan hal tersebut Kyai Kamaludin Syuriah PCNU Kendal yang turut hadir di acara tersebut berharap santri-santri sekarang harus banyak belajar dari perjuangan santri-santri jaman dulu. “Di jaman saya dulu, Ketika mau nyantri dapat bekal saja sudah bersyukur sekali. Kadang-kadang tidak dapat dibawakan bekal karena keterbatasan ekonomi orang tua, ya kita jalani saja dengan Ikhlas, tidak mengeluh. Karena kita sejak kecil orang tua selalu menanamkan untuk percaya dengan ketentuan rezki yang diatur Allah SWT. Soal nanti dapatnya dari jalan mana pasti sudah disiapkan, tinggal ikhtiar kita bagaimana cara mengambilnya. Jadi ya waktu mondok itu, kami bismillah saja mantep insya Allah asal sungguh-sungguh untuk mengejar ilmu, bi to’atillah, li I’la I kalimatillah untuk jihad untuk syiar agama Allah melalui ilmu pesantren.”harapnya.
Beliau berpesan agar para santri jangan banyak mengeluh, sedikit-sedikit minta uang, minta ini, minta itu ke orang tua. “Manfaatkan kemudahan menggunakan gadget sebagai sarana syiar dan menambah khazanah keilmuan mondok kalian, jangan digunakan untuk hal-hal yang justru merugikan kalian. Karena kecanggihan teknologi seperti HP dll seperti sebuah pedang, bisa menyelamatkan atau membunuh kita. Untuk orang tua juga jangan asal berikan semua permintaan putra-putrinya agar tidak menjadi anak yang manja. “Ketika anak sudah manja, tidak bisa mandiri, maka akan ada kecenderungan untuk mudah memberontak, tidak mau ta’dzim kepada Kyainya karena terbiasa hidup serba terpenuhi dalam hal duniawi” Imbuhnya.

Bertempat di SMK NU 01 Kendal, santri-santri Pondok Pesantren Majma’ul Hidayah untuk pertama kalinya mengikuti Haflah Akhirussanah pada Ahad 25 Februari 2024 / 15 Sya’ban 1445 H bertepatan dengan malamnya yaitu Malam Nisfu Sya’ban. “Diikuti kurang lebih 30 santri angkatan pertama, masing-masing dari mereka tampil dengan keahlian masing-masing. Beberapa santri bersekolah di SMK NU 01 Kendal, SMA NU 01 Al-Hidayah, MTS NU 03 Al-Hidayah dan SMP NU 02 Al-Hidayah yang merupakan satu Yayasan dengan Pondok Pesantren Majma’ul Hidayah yaitu Yayasan Al-Hidayah. Selain dari santri Yayasan Al-Hidayah ada juga dari sekolah luar yang mondok di ponpes tersebut.” Terang Mokh Izudin Pengurus Ponpes Majma’ul Hidayah.