MPPO dan ICA Gelar Cooking Class di SMK NU 01 Kendal untuk Tingkatkan Inovasi Kuliner Pelaku Usaha

Manajemen Paguyuban Pebisnis Online (MPPO) bekerja sama dengan Indonesian Chef Association (ICA) mengadakan kegiatan Cooking Class di laboratorium kuliner Sekolah Menengah Kejuruan Nahdhatul Ulama (SMK NU) 01 Kendal, Sabtu (21/09/2024).

Ketua MPPO, Ida Mufida menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari inisiatif berkelanjutan untuk mendukung para pelaku usaha kuliner dalam mengembangkan kreativitas mereka.

“Melalui acara ini, kami berharap anggota MPPO dapat terus berinovasi dalam menciptakan variasi makanan, baik untuk dijual maupun dikonsumsi sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Ida, kegiatan tersebut merupakan langkah penting untuk mendorong anggota MPPO dalam meningkatkan kualitas produk kuliner, sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Dengan adanya inovasi dalam produk makanan, diharapkan para pelaku usaha dapat memperluas pasar dan menciptakan nilai tambah bagi bisnis mereka,” imbuhnya.

Selaku tuan rumah, Kepala SMK NU 01 Kendal, Achit Abdul Rochman mengapresiasi acara tersebut. SMK NU 01 Kendal selalu terbuka untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang mendukung pengembangan keterampilan baik bagi siswa maupun masyarakat.

“Kami berharap acara ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan berkelanjutan. Ke depannya, kami berharap setiap akhir pekan akan ada berbagai acara menarik yang bisa dilaksanakan di SMK NU 01 Kendal, baik di bidang kuliner, teknologi, peradaban, sosial, maupun pariwisata,” jelasnya.

Acara yang diikuti oleh 30 peserta dari anggota MPPO menghadirkan narasumber Ketua ICA Jawa Tengah Chef Hendro Purwanto. Ia membagikan pengalaman dan keahliannya kepada peserta. Dia menekankan bahwa inovasi kuliner tidak selalu harus rumit atau menggunakan bahan-bahan mahal.

“Saya berharap para peserta, terutama ibu-ibu, dapat menciptakan menu yang beragam dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah didapat. Dengan sedikit kreativitas, bahan-bahan sederhana tersebut bisa diolah menjadi hidangan yang lezat, menarik, dan bernilai ekonomis. Hal ini diharapkan juga membuka peluang usaha baru bagi para pelaku kuliner di lingkungan mereka,” ungkapnya.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan membuat dua hidangan istimewa, yaitu Sweet Corn Panna Cotta dan Ayam Balotine. Kedua hidangan ini dipilih karena selain enak, juga mudah diadaptasi dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang tersedia di pasar tradisional. Para peserta antusias mempraktikkan teknik-teknik yang diajarkan, sambil mendapatkan tips dan trik langsung dari Chef Hendro.