Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMK NU) 01 Kendal menyelenggarakan rangkaian acara peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia dengan penuh semarak, diwarnai oleh berbagai kegiatan yang tidak hanya meriah tetapi juga sarat dengan makna kebangsaan.


Acara yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 16 Agustus ini dilaksanakan di seluruh area sekolah dan dihadiri oleh seluruh siswa, guru, serta staf sekolah. Selain itu, suasana semakin meriah dengan digelarnya berbagai perlombaan tradisional, seperti pecah balon, estafet air, voli, futsal, dan lomba makan kerupuk, yang tidak hanya menumbuhkan semangat kompetisi tetapi juga mempererat rasa kebersamaan di antara para peserta.
Kegiatan peringatan HUT RI ke-79 di SMK NU 01 Kendal bukan hanya sekadar momen perayaan, tetapi juga menjadi refleksi mendalam mengenai peran penting generasi muda dalam menjaga dan mewujudkan cita-cita luhur para pahlawan.

Kepala sekolah, Achit Abdul Rohman, melalui Wakil Kepala Humas, Mokh Izudin, menutup acara ini dengan mengajak seluruh peserta untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum yang memperkuat semangat kebangsaan dan keagamaan. Izudin juga menekankan pentingnya pencapaian prestasi akademik dan non-akademik, serta menjaga hubungan sosial yang harmonis, sebagai langkah menuju masa depan yang membanggakan.
“Harapannya, di sini kalian dapat menunjukkan prestasi-prestasi yang gemilang sambil tetap menjaga ukhuwah dan rasa kekeluargaan yang tinggi. Dengan demikian, di masa depan, kalian akan tumbuh menjadi individu yang berprestasi dan penuh potensi, sehingga dapat menjadi kebanggaan bagi orang tua dan lingkungan kalian, ucapnya pada Jumat (16/08/2024).
Puncak dari seluruh rangkaian acara ini adalah doa bersama dan pengajian yang dipimpin oleh Ustadz Syauqi, ketua PAC IPNU Kota Kendal. Seluruh peserta dengan khusyuk memanjatkan doa untuk kebaikan bangsa dan negara, berharap agar Indonesia terus maju dan sejahtera. Pengajian yang disampaikan menekankan pentingnya sebuah perjuangan yang tidak hanya menuntut pengorbanan fisik dan mental, tetapi juga keberanian, tekad, dan semangat yang tak pernah padam dalam memperjuangkan kemerdekaan.
“Dulu, ketika para pahlawan, ulama, dan masyarakat hendak mengibarkan bendera, mereka sering kali langsung ditembak oleh penjajah. Melihat perjuangan para pahlawan terdahulu, kita selalu diingatkan bahwa pengorbanan mereka tidak hanya melibatkan tenaga dan pikiran, tetapi juga keberanian, tekad, dan semangat yang tak tergoyahkan demi kemerdekaan bangsa.” tutupnya
