Siswa SMK NU 01 Kendal Unjuk Kreativitas Karya Berbasis Budaya Nusantara, dalam Ajang Heritage Nusanda Fashion Week 2025

Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMK NU) 01 Kendal sukses mengadakan Gelar Karya Heritage Nusanda Fashion Week 2025 di Hall Nusanda, Senin (28/04/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas siswa kelas XII Kompetensi Keahlian Desain dan Produksi Busana dengan menampilkan karya berbasis budaya Nusantara. Tak kurang dari 43 karya kreatif hasil Uji Kompetensi Keahlian (UKK) tahun ajaran 2024–2025 dipamerkan pada ajang yang mengusung tema Heritage Nusanda Fashion Week 2025 tersebut.

Ketua Kompetensi Keahlian Desain dan Produksi Busana, Indah Tri Wahyuningsih menyampaikan, kegiatan itu bertujuan mengangkat keindahan dan keanggunan kain batik sebagai warisan budaya bangsa yang patut dilestarikan.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh tim Gelar Karya serta siswa-siswi hebat kelas XII atas sinergi, totalitas, dan antusiasme luar biasa yang telah mereka tunjukkan. Kami sadar, kemajuan Kompetensi Keahlian Desain dan Produksi Busana ini tidak hanya berkat peran guru semata, tetapi juga hasil kerja sama siswa, mitra dunia industri (DUDI), serta para orang tua yang terus mendukung setiap program sekolah,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri Pengawas SMK Cabang Dinas XIII Kendal, Nurhayatno, serta perwakilan dunia industri, Adhy Karsono dari Ade Chan Management.

Dalam sambutannya, Adhy Karsono mengapresiasi komitmen seluruh guru SMK NU 01 Kendal dalam mewadahi kreativitas siswa. Ia juga membagikan kisah inspiratif, bahwa salah satu karyanya baru saja tampil dalam ajang internasional Intercontinental di Mesir.

“Ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Ada kebanggaan tersendiri, karena dalam proses pembuatan karya tersebut saya melibatkan adik-adik magang dari SMK NU 01 Kendal. Mereka tidak hanya membantu produksi, tetapi juga aktif berkontribusi melalui ide dan kreativitas. Ini bukti nyata bahwa siswa SMK NU 01 Kendal memiliki potensi besar untuk berkarya di kancah global,” ungkap Adhy.

Kepala SMK NU 01 Kendal, Achit Abdul Rochman, dalam sambutannya menegaskan komitmen sekolah untuk tidak hanya menjadi institusi yang mengelola proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi, mengembangkan potensi, membentuk karakter, serta melatih keterampilan peserta didik. Ia menekankan pentingnya menjalin komunikasi yang baik dengan para wali murid.

“Perlu dipahami bersama, Bapak dan Ibu, bahwa sejak awal panjenengan menitipkan anak-anak di SMK NU 01 Kendal, kami memegang penuh amanah tersebut. Setiap anak yang kami terima bukan hanya menjadi tanggung jawab akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter, sikap, dan keterampilan hidup mereka. Pendidikan sejati tidak berhenti pada pelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui proses panjang pendampingan dan komunikasi intensif dengan wali murid,” tuturnya.

Sementara itu, Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, Nurhayatno, dalam sambutannya menyoroti pentingnya mendorong lulusan SMK, khususnya jurusan Tata Busana, untuk berani memasuki dunia kerja.

Ia menjelaskan bahwa peluang kerja di bidang garmen dan tata busana sangat terbuka, baik di perusahaan besar seperti KIK maupun di berbagai wilayah seperti Ungaran. Namun demikian, menurutnya, masih banyak lulusan yang enggan mengambil kesempatan tersebut.

“Saya mengajak para orang tua untuk aktif mendorong anak-anak mereka agar berani memasuki dunia kerja. Pendidikan di SMK tidak hanya bertujuan membekali siswa untuk siap bekerja, tetapi juga untuk berwirausaha. Langkah awal yang penting adalah membiasakan mereka bekerja terlebih dahulu, agar ketika kelak membuka usaha sendiri, mereka sudah memiliki bekal pengalaman dan keterampilan yang kuat,” tutupnya